Sejarah Kelurahan Ngampel
Kelurahan Ngampel, yang terletak di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, memiliki akar sejarah yang kuat sebagai kawasan agraris sejak masa pra-kolonial. Nama "Ngampel" sendiri diperkirakan berasal dari kata "Ampel," yang merujuk pada tanaman bambu kecil atau kawasan yang rimbun dan teduh, sesuai dengan kondisi wilayahnya yang dahulu dikelilingi kebun bambu, sawah, dan aliran sungai kecil. Pada masa sebelum Belanda, wilayah ini merupakan bagian dari jaringan permukiman pendukung Kadipaten Kediri, dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan perajin. Kehidupan masyarakat ditopang oleh pertanian lahan basah dan aktivitas perdagangan harian di jalur penghubung penting Kediri–Kertosono. Memasuki era kolonial, Ngampel berkembang menjadi permukiman yang semakin padat seiring dibukanya akses transportasi dan penataan wilayah administratif yang membentuk fondasi tata ruang modern di kawasan Mojoroto.
Transformasi status dan perkembangan pesat Ngampel terjadi pasca-kemerdekaan. Seiring pertumbuhan Kota Kediri sebagai pusat ekonomi dan pendidikan, Ngampel mengalami arus urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang mengubah karakternya dari kawasan pertanian menjadi permukiman perkotaan yang dinamis. Puncak perubahan administratif terjadi pada tanggal 25 Juli 2002, ketika berdasarkan Perda Kota Kediri Nomor 11 Tahun 2002, Desa Ngampel resmi diubah statusnya menjadi Kelurahan Ngampel. Penyesuaian ini bertujuan untuk memperkuat struktur pelayanan publik dan memfasilitasi pembangunan wilayah yang lebih terarah. Kini, Kelurahan Ngampel dikenal sebagai salah satu kelurahan maju di Mojoroto, aktif dengan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, serta menjadi rumah bagi banyak UMKM dan komunitas warga yang kompak, menjadikannya bagian penting dari dinamika Kota Kediri modern.